JAKARTA – Program Studi Administrasi Bisnis dan Bisnis Digital Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) Jakarta menggelar kuliah umum internasional (Adjunct Lecture) bertajuk “Exploring Medical Tourism in Southeast Asia’s Leading Nations – Case Study in Asia” secara daring melalui platform Zoom pada Selasa, 28 Januari 2025.

Kegiatan kolaboratif yang menggandeng dua perguruan tinggi terkemuka asal Malaysia, yaitu Sunway University dan SEGi University ini, diselenggarakan untuk mengupas tuntas potensi besar, perkembangan, serta tantangan industri pariwisata medis (medical tourism) di kawasan Asia Tenggara.

Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Ilmu Sosial (FEBIS) UTA’45 Jakarta, Dr. Bobby Reza, S.Kom., MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Asia Tenggara—khususnya negara-negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura—telah menjadi destinasi utama bagi pasien internasional. Hal ini didorong oleh ketersediaan fasilitas kesehatan berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan negara-negara maju.

“Sektor wisata medis tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi negara tujuan, tetapi juga memperkuat reputasi internasional di bidang pelayanan kesehatan. Melalui kerja sama lintas universitas ini, kami berharap dapat mendorong terciptanya inovasi dalam pengembangan produk dan layanan wisata medis yang lebih kompetitif,” ujar Dr. Bobby Reza.

Menghadirkan Pakar Internasional

Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber pakar di bidangnya, yaitu:

  1. Dr. Mageswari Ranjanthran dari Sunway University, Malaysia.

  2. Dr. Sarraf Rajesh Kumar dari SEGi University, Malaysia.

Dalam pemaparannya, para pemateri mengulas definisi dan fenomena global wisata medis yang menggabungkan perawatan kesehatan (seperti tindakan elektif, bedah kosmetik, hingga program kebugaran/wellness) dengan pengalaman berwisata. Selain itu, dibahas pula faktor-faktor yang memengaruhi keputusan wisatawan dalam memilih destinasi medis, serta tren pasar masa depan di kawasan Asia.

Antusiasme Peserta

Acara yang dipandu oleh Deca Firmansyah selaku MC ini diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars UTA’45 Jakarta, serta pemutaran profil kampus peserta. Selain Dekan FEBIS, sambutan hangat juga diberikan oleh Ketua Program Studi Administrasi Bisnis, Endyastuti Pravitasari, SST., MBA, dan Ketua Program Studi Bisnis Digital, Prasetyo Adi Nugroho, ST., M.Kom.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis antara peserta dan narasumber, penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis, foto bersama, serta penutupan.

Melalui penyelenggaraan Adjunct Lecture ini, UTA’45 Jakarta berharap dapat memberikan wadah akademis bagi mahasiswa untuk memahami tren global terkini sekaligus berkontribusi nyata dalam perumusan strategi pemasaran dan kebijakan industri pariwisata medis di kawasan regional.